Telkomsel Tulalit

Haloo…ya mas“, begitu nada dering ponselku berbunyi melantunkan What’s Up nya 4None Blondes yang aku bikin special jika ada panggilan dari suami.
Halo..haloo…”, beberapa kali aku ulangi kata-kata tsb. dan terdengar samar-samar di seberang suara perempuan dengan logat asing bergumam dengan kalimat-kalimat yang aku gak nyambung. Batinku, “sopo maneh iki…? hp suamiku ilang ato…pikiran buruk sempat tersirat sesaat.

Akhirnya baru sadar kalo Telkomselnya yang payah setelah kejadian berkali-kali spt. itu dan juga banyak temen yang cerita pengalaman serupa. Bahkan parahnya lagi, ada teman yang gagal nelpon dengan pesan “pulsa anda telah habis, silahkan…bla…bla…bla…padahal dia pake Kartu Halo!!! Nah lo…

Setahuku problem seperti ini terjadi setelah Telkomsel rame-rame mengiklankan Simpati Pede yang tarifnya cuman Rp. 30 perdetik dengan jargon andalan tertulis besar-besar di pinggir-pinggir jalan “Gak mbulet itungane…”. Itupun ternyata hanya berlaku sampai 31 Maret 2008. Meskipun kemudian muncul lagi fitur tsb. bukan hanya mbulet, tapi mbooouuulet puoll. Beberapa bulan kemudian semakin parah layanannya setelah ada fitur registrasi TM, yaitu hanya Rp. 2000 perjam perhari jika kita ketik REG TM ON dan dikirim ke 8999 setiap harinya dengan jargon yang gak kalah heboh “Ngomong sakarepmu mek Rp.2000”.

Entah karena strategi bisnis atau memang miskin infrastruktur tapi maksa, kebanyakan operator seluler akhir-akhir ini berlomba-lomba mengiklankan tarif murah tanpa disertai layanan yang handal atau minimal sama seperti sebelum harganya diturunkan. Ujung-ujungnya sih adalah komplain besar-besaran dari para customer. Apalagi customer yang permanen dan malas untuk ganti-ganti nomor hanya sekedar cari pulsa yang murah, macam aku ini…hehe..

Memang, selama aku n suami pegang ponsel bertahun-tahun gak pernah pake operator selular lain selain Telkomsel. Bukannya sok gaya -karena pulsa Telkomsel terkenal selangit harganya-, tp karena kami tinggal di daerah yang ndeso banget…remote area !!!
Jadi satu-satunya operator selular yang signalnya kuat hanya Telkomsel. Intinya, tak bisa pindah ke lain hati….(karena terpaksa, red.).

Sekarang setelah layanannya semakin parah, sementara aku dan suami tinggal berjauhan yang mau gak mau saling telepon adalah perkara wajib tiap hari dan juga semakin banyaknya BTS berbagai operator telepon selular bertebaran di sekeliling area rumah, aku mulai terpikir untuk nyoba pindah ke lain hati daripada mempertahankan Telgombrett yang tambah gak karuan.

Baru mau akan survey n nanya-nanya temen…

1 Comment

Filed under Others

One response to “Telkomsel Tulalit

  1. Dwi retnowati

    Kalo kartu ku loh tulalit trus sist,,gmn yaa crae,,pdhal udh gnti” smpati ,tp gk bsa bwt nelvon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s